Tutup sekolah tidak potensial

Direktur pembinaan SMP Ditjen Mandikdasmen Depdiknas, Didik Suhardi mengatakan, bahwa jumlah SMP di Indonesia sekitar 28 ribu unit dengan 14.700 SMP negeri dan 13.000 SMP swasta. Dari jumlah tersebut sekitar 2800 SMP dinilai tidak potensial.

Adapun Kategori sekolah dibagi menjadi sekolah bertaraf internasional (SBI), rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI), sekolah standar nasional (SSN), sekolah mandiri (SKM), dan sekolah tidak potensial.

Kategori sekolah tidak potensial yaitu sekolah menumpang dengan sekolah lain, jumlah siswanya kurang dari 60 orang dan sekolah memiliki lahan kurang dari 6.000 meter persegi.

Namun, sekolah-sekolah ini masih diberi kesempatan 2-3 tahun lagi untuk memperbaiki kualitas pendidikannya. Jika sampai tengat waktu yang ditentukan belum meningkat, Depdiknas hanya bisa menghimbau kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menindaklanjuti kajian ini. Sebab selama ini pemerintah pusat selalu mengucurkan bantuan kepada sekolah-sekolah dimaksud namun tidak potensial alias tidak mencapai harapan peningkatan pelayanan pendidikan melalui bantuan tersebut.

Diharapkan sekolah-sekolah dimaksud dapat meningkatan standar minimal pendidikan nasional.

Selama ini, penilaian potensi sekolah mengacu pada tren kualitas pendidikan dan jumlah peserta didik yang dikelola sekolah tersebut.

Leave a Reply