Tutup sekolah tidak potensial

Direktur pembinaan SMP Ditjen Mandikdasmen Depdiknas, Didik Suhardi mengatakan, bahwa jumlah SMP di Indonesia sekitar 28 ribu unit dengan 14.700 SMP negeri dan 13.000 SMP swasta. Dari jumlah tersebut sekitar 2800 SMP dinilai tidak potensial.

Adapun Kategori sekolah dibagi menjadi sekolah bertaraf internasional (SBI), rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI), sekolah standar nasional (SSN), sekolah mandiri (SKM), dan sekolah tidak potensial.

Kategori sekolah tidak potensial yaitu sekolah menumpang dengan sekolah lain, jumlah siswanya kurang dari 60 orang dan sekolah memiliki lahan kurang dari 6.000 meter persegi.

Namun, sekolah-sekolah ini masih diberi kesempatan 2-3 tahun lagi untuk memperbaiki kualitas pendidikannya. Jika sampai tengat waktu yang ditentukan belum meningkat, Depdiknas hanya bisa menghimbau kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menindaklanjuti kajian ini. Sebab selama ini pemerintah pusat selalu mengucurkan bantuan kepada sekolah-sekolah dimaksud namun tidak potensial alias tidak mencapai harapan peningkatan pelayanan pendidikan melalui bantuan tersebut.

Diharapkan sekolah-sekolah dimaksud dapat meningkatan standar minimal pendidikan nasional.

Selama ini, penilaian potensi sekolah mengacu pada tren kualitas pendidikan dan jumlah peserta didik yang dikelola sekolah tersebut.

Pendidikan Anti Korupsi

Sesuai dengan amanat PP No. 19/2005 tentang standar nasional pendidikan. Depdiknas mengingatkan sekolah segera memasukkan pendidikan anti korupsi dalam kurikulum pembelajarannya.

Pendidikan anti korupsi ini diharapkan sudah diterapkan selambat-lambatnya tahun 2012.

Sekjen Depdiknas, Dodi Nandika mengatakan, pendidikan harus menyentuh seluruh aspek kehidupan, termasuk budaya anti korupsi.
Implementasi kurikulum anti korupsi ini dimasukkan dalam KTSP yang dirancang sesuai dengan kebutuhan sekolah.Dalam penyusunan kurikulum tersebut, sekolah atau satuan pendidikan menyusun silabus yang mengakomodasi pendidikan anti korupsi.
Dirjen Mandikdasmen, Suyanto menjelaskan, pendidikan anti korupsi diberikan pada mata pelajaran sosial. Kendati demikian, bukan semata-mata ranah mata pelajaran sosial saja yang berkeharusan menjelaskan atau menyampaikan pendidikan anti korupsi seyogianya mata pelajaran lain juga demikian.
Hal ini menjadi tantangan bagi guru yang mentransfer pengetahuan dan pendidikan melalui mata pelajaran yang diampunya, terutama tentang pendidikan dan budaya anti korupsi tersebut.
Siswa tidak cukup hanya kognitif pedagogik saja yang diutamakan, tapi juga afektif seperti budi pekerti dan akhlak mulia.
Suyanto mengatakan, Depdiknas segera memonitoring penerapan pendidikan anti korupsi di sekolah. Dan pendidikan ini harus diterapkan di semua level pendidikan.

Sebagai pembahasan selanjutnya bisa menuju alamat berikut :

Pembahasan Dari Pak Teguh Kurniawan

Membasmi Korupsi di Birokrasi (http://staff.blog.ui.ac.id/teguh1/2009/05/31/membasmi-korupsi-di-birokrasi/)

*Peranan Akuntabilitas Publik dan Partisipasi Masyarakat dalam Pemberantasan Korupsi di Pemerintahan: Perspektif Teoritis (http://staff.blog.ui.ac.id/teguh1/2009/04/24/peranan-akuntabilitas-publik-dan-partisipasi-masyarakat-dalam-pemberantasan-korupsi-di-pemerintahan-perspektif-teoritis/)

* Membangun Mekanisme Akuntabilitas Publik dan Partisipasi Masyarakat dalam Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia (http://staff.blog.ui.ac.id/teguh1/2009/01/08/membangun-mekanisme-akuntabilitas-publik-dan-partisipasi-masyarakat-dalam-upaya-pemberantasan-korupsi-di-indonesia/)

* Komisi Pemberantasan Korupsi – Indonesia Memanggil Pakar (http://staff.blog.ui.ac.id/teguh1/2009/01/07/komisi-pemberantasan-korupsi-indonesia-memanggil-pakar/)

Buku Elektronik tentang korupsi dan akibatnya :

Corruption and Reform: Lessons from America’s Economic History (Link 2)

Challenging Corruption in Asia

Ethics As Social Science: The Moral Philosophy of Social Cooperation

Adventure of Education

Global Corruption Report 2008: Corruption in the Water Sector (Transparency International Global Corruption Reports)

Corruption, the World’s Big C: Cases, Causes, Consquences, Cures

Transparency International, “Global Corruption Report 2007: Corruption in Judicial Systems (Transparency International Global Corruption Reports)”

The Many Faces of Corruption: Tracking Vulnerabilities at the Sector Level

Fighting Corruption through Collective Action

Sarah Bracking – Corruption and Development: The Anti-Corruption Campaigns


Corruption in International Business


Tim Pengembang Kurikulum 2009

Dalam rangka menyebarluaskan informasi dan pemahaman serta penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMP, SMA, dan SMK di Kota Palangka Raya dipandang perlu dibentuk Tim Pengembang Kurikulum tingkat Kota Palangka Raya.

Tugas dari tim ini adalah :

  1. Menyosialisasikan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan berdasarkan amanat Permendiknas nomor 22 tahun 2006 dan Permendiknas nomor 23 tahun 2006 kepada seluruh SMP, SMA, dan SMK di wilayah Kota Palangka Raya serta kebijakan pemerintah di bidang pendidikan lainnya.
  2. Melatih dan membina secara terus-menerus pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMP, SMA, dan SMK di wilayah Kota Palangka Raya.
  3. Mengembangkan program muatan lokal.
  4. Menyelenggarakan pelatihan pengembangan kurikulum bagi Pengawas Sekolah dan guru-guru.
  5. Mengembangkan model-model kurikulum dan implementasinya.
  6. Mengembangkan model-model sarana pendukung pembelajaran.
  7. Melaksanakan monitoring dan evaluasi penerapan standar nasional pendidikan yang terkait dengan pengembangan kurikulum dan implementasinya.
  8. Menyediakan layanan konsultasi kurikulum dan pembelajaran bagi pihak yang membutuhkan.

Biaya yang digunakan oleh Tim Pengembang Kurikulum menjadi tanggungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Palangka Raya serta sumber lain yang relevan. Tim ini kembali bekerja semenjak 13 Juli 2009.

Nama-nama Anggota Tim dan susunan personalia

Hasil Sertifikasi Guru Kota Palangka Raya tahun 2008

Pengumuman yang baru saja ditempelkan di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga Kota Palangka Raya pada hari ini diperoleh rekapitulasi berupa :

  • 17 orang guru di-diskualifikasi karena tidak memenuhi syarat portofolio
  • 432 orang guru dari tingkatan SD/MI hingga SMK dinyatakan Lulus dengan nilai di atas 850
  • 191 orang guru mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (yang sebenarnya sudah dilaksanakan pada bulan Desember 2008 yang baru lalu)

Untuk lebih jelas silakan menuju ke Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga. Namun sebagai pembanding bisa menuju ke alamat berikut potret pendidikan Kalimantan Tengah.

Syarat-syarat yang harus dilengkapi oleh Guru yang lulus sertifikasi :

  • Fotokopi SK Pangkat terakhir atau SK Berkala terakhir (dilegalisir)
  • Fotokopi SK Beban Mengajar minimal 24 jam (disesuaikan dengan keadaan di sekolah masing-masing + jika ada tugas tambahan harap dilampirkan sebenar-benarnya)
  • Fotokopi nomor rekening aktif yang dapat terbaca dengan jelas (lebih disarankan di Bank BRI BRITama)
  • Fotokopi kartu Nomor Urut Pendidik dan Tenaga Pendidik (NUPTK) – kartu bisa diurus di LPMP Kalimantan Tengah bagi yang belum memiliki (seharusnya sudah ada karena sebagai syarat untuk bisa disertifikasi)
  • Fotokopi Sertifikat Pendidik¬† (untuk yang lulus 2006 dan 2007)
  • Syarat dibuat 2 rangkap dan dilegalisir
  • Warna Sampul : Guru TK : kuning, Guru SD : merah, Guru SLB : Hijau, Guru SMP : Biru, Guru SMA/SMK : ABu-abu
  • Dikumpulkan di Bagian Pengembangan Standar Pendidikan Nasional Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga Kota Palangka Raya paling lambat bulan Februari 2009.

Pendidikan dan Latihan Peningkatan Guru (PLPG)

Pelaksanaan PLPG tahun 2008 sebagai tindak lanjut dari sertifikasi 2008 telah usai dan ditutup pada tanggal 6 Desember 2008 di Universitas Palangka Raya. Dari 147 orang yang mengikuti dinyatakan berhasil mengikuti pelatihan ini.

Selamat menjadi guru profesional dan siap menerima tunjangan kesejahteraan ..

Bintek KTSP Palangka Raya

Terakhir sekitar 5 SMA di Kota ini menerima block grant Sekolah Standar Nasional yang dipusatkan di SMAN-1 Jekan Raya (dahulu SMAN-3 Palangka Raya) dengan fasilitator Yovie Istanto, S.Pd, Dra. Yumiasi T. Tara, Msi dan Edi Mulyana, S.Pd.

Para guru ini mulai dilatih membuat skenario pembelajaran (silabus/RPP) dengan mengikutsertakan unsur TIK (teknologi informasi dan komunikasi) – syukur jika dapat dilaksanakan di tahun pelajaran ini dan tahun depan, walaupun masih sebarang.

Namun patut dihargai niat baik pengelola sekolah untuk ingin lebih maju dalam meningkatkan mutu dan kompetensi guru di SMAN-1 Jekan Raya.

Selamat untuk Bapak Drs. Simpei Adjang, Drs. Godfried, Erasi, S.Pd yang sudah mengelola bimbingan teknis ini sesuai rambu-rambu yang diberikan.

ingat : TUHAN MELIHAT, MALAIKAT MENCATAT

Selamat Bertugas dan mencapai kejayaan !

Pengumuman Guru Yang Mengikuti PLPG 2008

Mulai tanggal 19 Nopember 2008 di Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya sudah tertempel dengan manis, pengumuman tentang pemanggilan guru-guru dari SD hingga SMK yang harus mengikuti Pendidikan dan Latigan Profesi Guru yang akan diadakan mulai tanggal 24 November selama 2 minggu ke depan. Nah, lucunya di antara itu ada sekitar 5-6 guru yang sudah memiliki skor di atas 850 yang juga dipanggil mengikuti PLPG ada apakah gerangan hal itu terjadi ? Padahal menurut peraturannya, jika jumlah skor mencapai 850 poin maka yang bersangkutan dinyatakan LULUS dan berhak menerima SERTIFIKAT PENDIDIK. Jika tidak percaya, harap datang ke Kantor Dinas Pendidikan setempat.

Nah, tunggulah beritanya minggu mendatang.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.